<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Mau ikutan ??</title>
	<atom:link href="http://mbebek.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mbebek.wordpress.com</link>
	<description>your reference to find exciting place to eat, inspiration, and story ;)</description>
	<lastBuildDate>Mon, 17 Aug 2009 07:18:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='mbebek.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/1f1e2f88d9ef7999e871af372c6de4f6?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Mau ikutan ??</title>
		<link>http://mbebek.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Wisata Tempo Doeloe @Kota Tua Jakarta</title>
		<link>http://mbebek.wordpress.com/2009/08/17/wisata-tempo-doeloe-kota-tua-jakarta/</link>
		<comments>http://mbebek.wordpress.com/2009/08/17/wisata-tempo-doeloe-kota-tua-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Aug 2009 06:56:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mbebek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbebek.wordpress.com/?p=185</guid>
		<description><![CDATA[Minggu kemarin tanggal 9 Agustus 2009 saya dan teman2 alumni Teknik Informatika ITS 2004 sepakat ngadain jalan2 ke kawasan Kota Tua sekalian ma reuni gitu sie. Kesana gampang banget, klo mau naek kereta bisa turun di stasiun Kota, kalo naek busway tinggal turun halte Jakarta Kota sampe dah. Objek wisatanya cukup banyak jadi ntar bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbebek.wordpress.com&blog=873644&post=185&subd=mbebek&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Minggu kemarin tanggal 9 Agustus 2009 saya dan teman2 alumni Teknik Informatika ITS 2004 sepakat ngadain jalan2 ke kawasan Kota Tua sekalian ma reuni gitu sie. Kesana gampang banget, klo mau naek kereta bisa turun di stasiun Kota, kalo naek busway tinggal turun halte Jakarta Kota sampe dah. Objek wisatanya cukup banyak jadi ntar bisa pilih aja kalo kesini mau kemana aja.</p>
<p>Dimulai ke <strong>Museum Bank Mandiri</strong>, terletak pas di sebelah terowongan keluar dari halte busway jadi ni emang biasanya objek yang pertama. Untuk masuk kedalam cukup dengan menulis di buku tamu dan menitipkan tas, ga perlu bayar apa2, dan asiknya bisa bebas foto2 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
Museum ini luas banget, di lantai 1 itu suasana loket bank jaman dahulu kala, ada juga mesin2 ATM dari jaman dulu, dan juga sejarah Bank Mandiri. <img src="http://mbebek.files.wordpress.com/2009/08/mandiri2.jpg?w=199&#038;h=300" alt="mandiri2" title="mandiri2" width="199" height="300" class="aligncenter size-medium wp-image-186" /><br />
Pindah ke lantai basement itu tempat penyimpanan brankas dan safety deposit box, disini ente bisa liat pintu brankas yang gedenya bukan maen.<br />
<img src="http://mbebek.files.wordpress.com/2009/08/pintu-besi.jpg?w=300&#038;h=199" alt="pintu besi" title="pintu besi" width="300" height="199" class="aligncenter size-medium wp-image-187" /><br />
Museum Bank Mandiri cukup panas karena tidak dilengkapi dengan AC, jadi ya rada ga betah juga sie, tapi emang tempatnya keren dan lengkap sejarahnya.<br />
<span id="more-185"></span><br />
Lanjut ke <strong>Museum Bank Indonesia</strong> yang terletak di sebelahnya, disini juga cuma perlu ngisi buku tamu dan menitipkan tas, ga perlu bayar apa2. Boleh foto2 tapi dengan catatan ada beberapa tempat yang tidak boleh menggunakan flash. Museum BI adalah calon museum masa depan karena supported dengan teknologi tinggi, selain dilengkapi dengan AC, museum BI juga dilengkapi dengan LCD di beberapa tempat untuk melihat sejarah BI.<br />
<img src="http://mbebek.files.wordpress.com/2009/08/bi1.jpg?w=300&#038;h=199" alt="bi1" title="bi1" width="300" height="199" class="aligncenter size-medium wp-image-188" /><br />
Pertama masuk kita akan disambut pertunjukan 4D dari koin BI, jadi kita musti bisa nangkep koin di dinding kemudian akan keluar penjelasan dari koin tersebut. Tempat yang menarik disini adalah sejarah uang di Indonesia, lengkap banget ada koin dari jaman kerajaan sampe republik ini sekarang. Ada juga tempat penyimpanan emas batangan yang disimpan di kaca.<br />
<img src="http://mbebek.files.wordpress.com/2009/08/bi5.jpg?w=199&#038;h=300" alt="bi5" title="bi5" width="199" height="300" class="aligncenter size-medium wp-image-189" /></p>
<p>Setelah dari BI kita bisa lanjut ke <strong>Museum Fatahillah</strong> di Kota Tua tapi sayangnya waktu kesana udah tutup museumnya karena udah jam 3.<br />
<img src="http://mbebek.files.wordpress.com/2009/08/museum.jpg?w=300&#038;h=201" alt="museum" title="museum" width="300" height="201" class="aligncenter size-medium wp-image-190" /><br />
Akhirnya saya dan rombongan baru saya (yang alumni udah pulang karena capek, berganti ke rombongan laskar bu mus) tertarik untuk mencoba <em>ngontel</em> keliling kota tua, cukup dengan membayar 25rb untuk tiap sepeda ntar diajakin keliling ke beberapa objek wisata.</p>
<p>Pertama ke Pelabuhan Sunda Kelapa, ini adalah pelabuhan yang sangat terkenal dan besar di masa kejayaannya. Sekarang masih dipake untuk berlayar juga oleh beberapa nelayan.<br />
<img src="http://mbebek.files.wordpress.com/2009/08/pelabuhan.jpg?w=200&#038;h=300" alt="pelabuhan" title="pelabuhan" width="200" height="300" class="aligncenter size-medium wp-image-191" /><br />
Dilanjutkan ke Menara Pengawas, Museum Bahari, Jembatan Inggris dan Toko Merah yang tiap tempat mempunyai sejarah menarik masing2, benar2 bisa membuat kita kembali ke masa lalu dan membayangkan hiruk pikuknya suasana di tempat ini pada waktu itu.<br />
Kota Tua memang tempat yang menarik buat mengambil gambar, banyak sekali orang yang foto prewedding disini, ada juga orang2 yang menyewakan motor dan mobil tua untuk diambil gambarnya. Setelah puas dan capek keliling Kota Tua maka kami pun melanjutkan perjalanan berikutnya yaitu menuju tempat es krim tempo doeloe <strong>Ragusa</strong>.<br />
<img src="http://mbebek.files.wordpress.com/2009/08/bi-6.jpg?w=300&#038;h=200" alt="bi 6" title="bi 6" width="300" height="200" class="aligncenter size-medium wp-image-192" /></p>
<p>Ragusa terletak di jalan Veteran, deketnya Masjid Istiqlal dan jalan Juanda, jadi dari Kota Tua kita naek busway untuk transit di Harmoni kemudian oper busway ke arah Pasar Baru yang nanti akan turun di halte Juanda. Dari halte Juanda kita cukup jalan sekitar 300m untuk ke Ragusa. Kalau kesini jangan malem karena bisa keabisan menu specialnya, jadi waktu itu kita pesen beberapa menu untuk dicoba bersama2. Ragusa sendiri adalah es krim tradisional Italia yang sudah berdiri sejak tahun 1932, katanya sie bangunannya tidak mengalami perubahan dari dulu <em>(seperti Oen di Malang dan Zangrandi di Surabaya)</em>. Rasa es krimnya memang tidak selembut es krim Italia seperti gelato, terasa kasar dan agak keras, tapi maknyus! Pilihan rasanya juga tidak banyak, ga ada rasa yang macam2 seperti es krim Italia yang di mal. Dengan harga yang sangat terjangkau membuat saya ingin kembali lagi ke tempat ini.</p>
<p><strong>Tips berwisata di Kota Tua:<br />
- Datang mulai pagi, sebaiknya paling lambat jam 10.<br />
- Gunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman.<br />
- Tanyakan ke orang yang jaga gedung apakah kita bisa masuk ke dalam dan foto2.<br />
- Manfaatkan wisata ontel untuk mengetahui sejarah suatu tempat dan tidak bosan.</strong></p>
<p><strong><em>*Fotograph by : Didik Imawan, Indah Noorhafidias, Ditto Narapratama, Anggi Rahmad</em></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mbebek.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mbebek.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mbebek.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mbebek.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mbebek.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mbebek.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mbebek.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mbebek.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mbebek.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mbebek.wordpress.com/185/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbebek.wordpress.com&blog=873644&post=185&subd=mbebek&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbebek.wordpress.com/2009/08/17/wisata-tempo-doeloe-kota-tua-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e5fa05d8c220c143458f0a4a52bf4a47?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kid</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbebek.files.wordpress.com/2009/08/mandiri2.jpg?w=199" medium="image">
			<media:title type="html">mandiri2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbebek.files.wordpress.com/2009/08/pintu-besi.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pintu besi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbebek.files.wordpress.com/2009/08/bi1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">bi1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbebek.files.wordpress.com/2009/08/bi5.jpg?w=199" medium="image">
			<media:title type="html">bi5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbebek.files.wordpress.com/2009/08/museum.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">museum</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbebek.files.wordpress.com/2009/08/pelabuhan.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">pelabuhan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbebek.files.wordpress.com/2009/08/bi-6.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">bi 6</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seafood Party @Bandar Djakarta</title>
		<link>http://mbebek.wordpress.com/2009/08/17/seafood-party-bandar-djakarta/</link>
		<comments>http://mbebek.wordpress.com/2009/08/17/seafood-party-bandar-djakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Aug 2009 06:09:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mbebek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbebek.wordpress.com/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sekian lama ga posting referensi kuliner rasanya comeback saya ini sangatlah tepat, bakalan banyak postingan baru tentang makanan di Jakarta, so sabar dan baca pelan2 yak  
Start from suatu acara yang digelar ma grup tempat saya bekerja, jadi acara ini dibuat sebagai farewell party dari 2 orang teman yaitu Fahmi the Arabian Rapper [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbebek.wordpress.com&blog=873644&post=177&subd=mbebek&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Setelah sekian lama ga posting referensi kuliner rasanya comeback saya ini sangatlah tepat, bakalan banyak postingan baru tentang makanan di Jakarta, so sabar dan baca pelan2 yak <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Start from suatu acara yang digelar ma grup tempat saya bekerja, jadi acara ini dibuat sebagai farewell party dari 2 orang teman yaitu <strong>Fahmi the Arabian Rapper</strong> dan <strong>Jatu the Walking Bone</strong> (maaf lho ya ni julukan udah yang paling bagus <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ). Kami sepakat untuk makan2 aja, biar bisa ngumpul ma ngobrol2, setelah sekian lama debat dan diskusi walhasil keluarlah kesepakatan untuk makan di Bandar Djakarta karena semua belum pernah kesana.</p>
<p>Bandar Djakarta sendiri adalah suatu nama tempat restoran seafood yang terletak di kawasan Pantai Festival Ancol. Kalau mau kesini naik busway anda bisa menggunakan yang tujuan Ancol kemudian dari halte Ancol anda bisa naik transportasi yang sudah disediakan oleh developer karena kalau memilih jalan kaki bisa gempor bos! Terletak di pinggir pantai membuat suasana makan disini berbeda, setelah merasakan hiruk pikuk kota dengan segala kemacetannya akhirnya ngrasain jg suasana pantai. Banyak nuansa alam dilihat dari bahan kayu yang dipilih untuk bangunan2 yang ada disini.<br />
<span id="more-177"></span><br />
<img src="http://mbebek.files.wordpress.com/2009/08/bandar.jpg?w=200&#038;h=300" alt="Bandar Djakarta" title="Bandar Djakarta" width="200" height="300" class="aligncenter size-medium wp-image-178" /></p>
<p>Disini kalian bisa memilih makanan lewat menu yang sudah tersedia, untuk bahan mentahnya alias ikan dkk kalian bisa memilih sendiri di pasar ikan yang terletak di sebelahnya (seperti di Layar ato Sea Master di Surabaya). Ada banyak jenis seafood yang tersedia, ikan, udang, cumi, kerang, tinggal pilih aja mana yang ente suka dah. Pelayannya ramah trus juga baik, pas milih2 gitu dtanyain buat berapa orang ntr dia nyaranin cukup berapa kilo, malah porsi yang kami pesen waktu itu dikurangi terus sama orangnya karena katanya terlalu berlebih. Untuk menu masakannya juga macem2, tinggal pilih aja mw dimasak bumbu apa. Nah enaknya Bandar Djakarta nih punya <a href="http://www.bandar-djakarta.com">website</a>, disitu ada simulasi menu lengkap dari jenis ikan dan mau dimasak seperti apa udah ada harganya, jadi ente bisa coba2 dulu bwt ngira2 ntar abisnya berapa dan harganya juga udah terupdate terus.</p>
<p>Waktu itu sie kami pesen Kepiting Soka, Kepiting Lada Hitam, Cumi Goreng Tepung, Udang Asam Manis, Kerang Hijau Saos Padang, Ikan Bakar Kecap, Cah Kangkung, buat minumnya pesen aja es teh ukuran pitcher jadi enak buat rame2. Dari semua menu yang dipesen saya sie paling seneng ma kepiting dan cuminya, kepitingnya gede euy dtambah ma bumbu lada hitamnya yang mantap tapi ga terlalu pedas semakin menambah nikmatnya makan. Pelayanan disini cukup cepat, makanan datang ga lama setelah qta pesan, yang rada minusnya cuma tempat ibadahnya alias musholla cuma <em>se &#8216;umprit&#8217;</em>, pengunjung begitu banyak musti ngantri buat sholat.</p>
<p><img src="http://mbebek.files.wordpress.com/2009/08/udang.jpg?w=200&#038;h=300" alt="udang" title="udang" width="200" height="300" class="aligncenter size-medium wp-image-179" /><img src="http://mbebek.files.wordpress.com/2009/08/kepiting.jpg?w=200&#038;h=300" alt="kepiting" title="kepiting" width="200" height="300" class="aligncenter size-medium wp-image-180" /></p>
<p>Setelah makan dan kenyang, ente bisa lanjutin rekreasi naek kapal keliling sekitar kawasan pantai festival, cukup dengan membayar 50rb untuk 10 orang di kapal rasanya ini hiburan yang cukup murah. Sekedar cerita aja waktu itu saya naek kapal sekitar jam 8 malem, suasana gelap ditambah ombak yang lumayan terasa menyebabkan adrenalin sangat terpacu, lha penumpangnya ga dpakein life vest klo nyemplung ya ga tw ntr bisa slamet ato ga, sebetulnya ada life vest 3 biji, yang 2 dpake driver kapal nah disisain 1 buat 12 orang, mungkin untuk menguji ya kesetiaan dan keegoisan kalo2 kapalnya tenggelam sapa yang layak dselamatkan, wkwkwk <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kalau mau kesini emang jangan pas jam makan, soalnya bakalan ngantri banget, pas pulang dari sana aja waiting list sampe diluar2. Mereka nerima reservasi untuk hari biasa but not on weekend. Waktu itu sie kami dateng kesana mulai jam 5 dan minta makanan baru dikeluarin jam 6, hehehe <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /><br />
Makan2 untuk 25 orang kemarin kami habis 1,6jt, yah emang rada mahal sie tapi menurut saya worthy dan layak bwt kembali lagi kok <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Tips makan ke Bandar Djakarta:<br />
- Reservasi terlebih dahulu<br />
- Buka websitenya dan gunakan simulasi yang disediakan<br />
- Datang ramai2 dengan banyak teman<br />
- Pesan makanan yang bervariasi untuk dimakan rame2<br />
- Hindari datang pada waktu jam makan, terutama makan malam<br />
</strong><br />
<strong><em>*Fotograph by Bondan Sumbodo</em></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mbebek.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mbebek.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mbebek.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mbebek.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mbebek.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mbebek.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mbebek.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mbebek.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mbebek.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mbebek.wordpress.com/177/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbebek.wordpress.com&blog=873644&post=177&subd=mbebek&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbebek.wordpress.com/2009/08/17/seafood-party-bandar-djakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e5fa05d8c220c143458f0a4a52bf4a47?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kid</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbebek.files.wordpress.com/2009/08/bandar.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">Bandar Djakarta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbebek.files.wordpress.com/2009/08/udang.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">udang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbebek.files.wordpress.com/2009/08/kepiting.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">kepiting</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebuah Kisah Tentang Pengorbanan</title>
		<link>http://mbebek.wordpress.com/2009/07/26/sebuah-kisah-tentang-pengorbanan/</link>
		<comments>http://mbebek.wordpress.com/2009/07/26/sebuah-kisah-tentang-pengorbanan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 11:45:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mbebek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbebek.wordpress.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Ini cerita yang saya ambil lagi dari milis, semoga berguna  
Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang
bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.
Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya,
tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat
mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbebek.wordpress.com&blog=873644&post=174&subd=mbebek&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><em>Ini cerita yang saya ambil lagi dari milis, semoga berguna <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em></strong></p>
<p>Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang<br />
bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.<br />
Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya,<br />
tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat<br />
mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak<br />
kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan<br />
tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.</p>
<p>Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. “Ayo ke sini<br />
bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu. “Aku bukan anak kecil<br />
yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu.”Aku ingin<br />
sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”<br />
<span id="more-174"></span><br />
Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau<br />
boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang<br />
untuk membeli mainan kegemaranmu.” Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu<br />
memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita.<br />
Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu<br />
kembali sedih.</p>
<p>Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya<br />
datang. “Ayo bermain-main denganku lagi,” kata pohon apel. “Aku tak punya<br />
waktu,” jawab anak lelaki itu. “Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami<br />
membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?” Duh, maaf<br />
aku pun tak memiliki rumah.</p>
<p>Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,” kata<br />
pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon<br />
apel itu dan pergi dengan gembira.Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat<br />
anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon<br />
apel itu merasa kesepian dan sedih.</p>
<p>Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa<br />
sangat bersuka cita menyambutnya.”Ayo bermain-main lagi denganku,” kata<br />
pohon apel.”Aku sedih,” kata anak lelaki itu.”Aku sudah tua dan ingin hidup<br />
tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah<br />
kapal untuk pesiar?”</p>
<p>“Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan<br />
menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau.. Pergilah berlayar dan<br />
bersenang-senanglah .”</p>
<p>Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal<br />
yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui<br />
pohon apel itu.</p>
<p>Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. “Maaf<br />
anakku,” kata pohon apel itu. “Aku sudah tak memiliki buah apel lagi<br />
untukmu.” “Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah<br />
apelmu,” jawab anak lelaki itu.</p>
<p>“Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,” kata pohon<br />
apel.”Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,” jawab anak lelaki itu.”Aku<br />
benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang<br />
tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,” kata pohon<br />
apel itu sambil menitikkan air mata.</p>
<p>“Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,” kata anak lelaki.<br />
“Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah<br />
sekian lama meninggalkanmu.” “Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar<br />
pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari,<br />
marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.”<br />
Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.</p>
<p>Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.</p>
<p>NOTE :<br />
Pohon apel itu adalah orang tua kita.<br />
Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika<br />
kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita<br />
memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita<br />
akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk<br />
membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah<br />
bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita<br />
memperlakukan orang tua kita.</p>
<p><strong>Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita.<br />
Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan<br />
berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada<br />
kita.</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mbebek.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mbebek.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mbebek.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mbebek.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mbebek.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mbebek.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mbebek.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mbebek.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mbebek.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mbebek.wordpress.com/174/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbebek.wordpress.com&blog=873644&post=174&subd=mbebek&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbebek.wordpress.com/2009/07/26/sebuah-kisah-tentang-pengorbanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e5fa05d8c220c143458f0a4a52bf4a47?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebuah Cerita Tentang MAKNA</title>
		<link>http://mbebek.wordpress.com/2009/07/26/sebuah-cerita-tentang-makna/</link>
		<comments>http://mbebek.wordpress.com/2009/07/26/sebuah-cerita-tentang-makna/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 11:41:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mbebek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbebek.wordpress.com/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[Ini sebuah cerita yang saya ambil dari milis, semoga berguna  
Menjelang hari raya, seorang ayah membeli beberapa gulung kertas kado. Putrinya yang
masih kecil, masih balita, meminta satu gulung.
“Untuk apa ?”, tanya sang ayah.
“Untuk kado, mau kasih hadiah.”, jawab si kecil.
“Jangan dibuang-buang ya.”, pesan si ayah, sambil memberikan satu gulungan kecil.
Persis pada hari raya, pagi-pagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbebek.wordpress.com&blog=873644&post=172&subd=mbebek&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><em>Ini sebuah cerita yang saya ambil dari milis, semoga berguna <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em></strong></p>
<p>Menjelang hari raya, seorang ayah membeli beberapa gulung kertas kado. Putrinya yang<br />
masih kecil, masih balita, meminta satu gulung.</p>
<p>“Untuk apa ?”, tanya sang ayah.<br />
“Untuk kado, mau kasih hadiah.”, jawab si kecil.<br />
“Jangan dibuang-buang ya.”, pesan si ayah, sambil memberikan satu gulungan kecil.</p>
<p>Persis pada hari raya, pagi-pagi si cilik sudah bangun dan membangunkan ayahnya,<br />
“Pa,Pa &#8211; ada hadiah untuk Papa.”<br />
<span id="more-172"></span><br />
Sang ayah yang masih malas-malasan, matanya pun belum melek, menjawab,<br />
“Sudahlah nanti saja.”</p>
<p>Tetapi si kecil pantang menyerah,<br />
“Pa, Pa, bangun Pa, sudah siang.”</p>
<p>“Ah, kamu gimana sih, pagi-pagi sudah bangunin Papa.”</p>
<p>Ia mengenali kertas kado yang pernah ia berikan kepada anaknya.</p>
<p>“Hadiah apa nih?”</p>
<p>“Hadiah hari raya untuk Papa. Buka dong Pa, buka sekarang.”</p>
<p>Dan sang ayah pun membuka bingkisan itu.. Ternyata di dalamnya hanya sebuah kotak<br />
kosong. Tidak berisi apa pun juga.</p>
<p>“Ah, kamu bisa saja. Bingkisannya koq kosong. Buang-buang kertas kado Papa. Kan<br />
mahal ?”</p>
<p>Si kecil menjawab,<br />
“Nggak Pa, nggak kosong. Tadi, Putri masukin begitu buaanyaak ciuman untuk Papa.”</p>
<p>Sang ayah terharu, ia mengangkat anaknya. Dipeluknya, diciumnya.</p>
<p>“Putri, Papa belum pernah menerima hadiah seindah ini. Papa akan selalu menyimpan<br />
boks ini. Papa akan bawa ke kantor dan sekali-sekali kalau perlu ciuman Putri, Papa akan<br />
mengambil satu. Nanti kalau kosong diisi lagi ya!”</p>
<p>Boks kosong yang sesaat sebelumnya dianggap tidak berisi, tidak memiliki nilai apa pun,<br />
tiba-tiba terisi, tiba-tiba memiliki nilai yang begitu tinggi. Apa yang terjadi? Lalu, kendati<br />
kotak itu memiliki nilai yang sangat tinggi di mata sang ayah, di mata orang lain tetap<br />
juga tidak memiliki nilai apa pun. Orang lain akan tetap menganggapnya kotak kosong.</p>
<p><strong><span style="color:red;">Kosong bagi seseorang bisa dianggap penuh oleh orang lain. Sebaliknya, penuh bagi<br />
seseorang bisa dianggap kosong oleh orang lain. Kesimpulannya, Kosong dan penuh -<br />
dua-duanya merupakan produk dari “pikiran” anda sendiri.</span></strong></p>
<p>Sebagaimana anda memandangi hidup &#8211; demikianlah kehidupan anda. <strong><span style="color:red;">Hidup menjadi<br />
berarti, bermakna, karena anda memberikan arti kepadanya, memberikan makna<br />
kepadanya.</span></strong> Bagi mereka yang tidak memberikan makna, tidak memberikan arti, hidup ini<br />
ibarat lembaran kertas yang kosong.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mbebek.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mbebek.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mbebek.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mbebek.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mbebek.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mbebek.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mbebek.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mbebek.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mbebek.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mbebek.wordpress.com/172/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbebek.wordpress.com&blog=873644&post=172&subd=mbebek&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbebek.wordpress.com/2009/07/26/sebuah-cerita-tentang-makna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e5fa05d8c220c143458f0a4a52bf4a47?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Refreshing ke Balikpapan &#8211; hari ke 2</title>
		<link>http://mbebek.wordpress.com/2009/02/01/refreshing-ke-balikpapan-hari-ke-2/</link>
		<comments>http://mbebek.wordpress.com/2009/02/01/refreshing-ke-balikpapan-hari-ke-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2009 06:18:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mbebek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbebek.wordpress.com/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[Yap postingan sharing liburan di Balikpapan berlanjut hari ke-2. Setelah semalam makan yang rada ga puas ternyata ngefek juga, dini hari terpaksa keluar-masuk wc karena mules, so tips pertama buat postingan ini adalah jangan lupa bawa obat sakit perut andalan anda, jaga-jaga kalau perut anda tidak cocok dengan masakan sini. Tidak cocok bukan berarti ga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbebek.wordpress.com&blog=873644&post=163&subd=mbebek&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Yap postingan sharing liburan di Balikpapan berlanjut hari ke-2. Setelah semalam makan yang rada ga puas ternyata ngefek juga, dini hari terpaksa keluar-masuk wc karena mules, so <strong>tips pertama</strong> buat postingan ini adalah jangan lupa bawa obat sakit perut andalan anda, jaga-jaga kalau perut anda tidak cocok dengan masakan sini. Tidak cocok bukan berarti ga enak lo ya, bisa juga karena ada bahan tertentu yang tidak cocok dan tidak bisa diterima pencernaan anda.</p>
<p>Dimulai dengan sarapan, ada beberapa alternatif sarapan yang bisa anda kunjungi disini, kami mau coba sarapan di salah satu tempat di Pasar Klandasan, katanya disitu jual nasi campur, nasi rames, nasi pecel, lontong sayur, dan cotto makasar yang rasanya enak dan tidak mahal (mungkin karena letaknya di pasar). Tempatnya di komplek Pasar Klandasan, ga jauh dari Balikpapan Plaza yang kami kunjungi semalam, mungkin sekitar 500m saja. Letaknya di bagian belakang Pasar Klandasan, di deretan ruko yang ada disitu dan menghadap Selat Makasar, yang bikin susah dicari karena ga ada nama warungnya. Pas sampai situ sekitar jam 8 udah buka sie, tapi kok sepi yah, akhirnya kami ragu dan memutuskan untuk pindah tempat makan. Akhirnya kami putuskan ke tempat namanya Miki, lokasinya di ruko seberang Balikpapan Plaza, tempatnya kecil dan selalu ramai, disini jual berbagai macam makanan, kaya bubur ayam, lontong sayur, cotto makasar, dll.<br />
<span id="more-163"></span><br />
<img src="http://mbebek.files.wordpress.com/2009/02/dsci0038.jpg?w=300&#038;h=225" alt="tampak dalam miki" title="tampak dalam miki" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-166" /><br />
Saya pesan bubur ayam (12rb), teman2 ada yang pesen bubur ikan (12rb), cotto makasar (12rb) dan lontong sayur (12rb). OK, review pertama adalah bubur ayamnya, ditaruh di mangkok yang lumayan besar jadi pas dateng aja ud kerasa kenyangnya, di atasnya dkasi taburan daun seledri, bawang goreng, ma irisan ayam, sayangnya irisan ayamnya gede2 sie, tapi kok dikit yah. Biar mantap langsung saya campur smua dah, eh setelah di ublek2 bin di aduk2 ternyata banyak juga dagingnya dibawah tumpukan bubur tadi. Rasanya gurih, asin dan manisnya pas, ga usah dtambah kecap asin ato kecap manis ato sambel lagi dah, sayang ntar rasanya bisa kecampur, tapi klo seleranya gitu ya monggo saja. Bubur ikannya juga tampilannya sama, katanya sie lebih gurih lagi daripada daging ikan, tapi kami ga bisa mastiin itu daging ikan apa. Cotto Makasar ma lontong sayurnya juga gurih, apalagi lontong sayurnya rasanya udah ada pedes2nya dikit. Minumnya sie pesen yang standar aja yaitu teh panas (3rb), tapi saran saya coba pesen kopi susunya deh, tampilannya menarik banget, kayanya sie rasanya enak juga soalnya ternyata banyak yang pesen. <strong>Tips kedua</strong> dari saya adalah kalian mending lirik kanan kiri buat liat apa yang paling banyak dipesan oleh orang2, karena mungkin itu adalah yang paling enak disitu.</p>
<p>Makan siang dilanjut ke Bakso Sapi, tempatnya pas 2 ruko setelah Miki, tempatnya juga kecil gitu tapi rame, kalau pas makan siang wew rame skaleee. <strong>Tips ketiga</strong> dari saya adalah hindari dateng ke tempat makan enak pas jam makan karena pasti rame banget. Bukanya dari jam 10 sampe jam 2 trus dilanjut dari jam 5 sampe jam 9 malam. Disini jual bakso dan teman2 seperti mi ayam, pangsit goreng, dan yammie. Ini foto tampilan depan dari tempat ini.<br />
<img src="http://mbebek.files.wordpress.com/2009/02/dsci0052.jpg?w=225&#038;h=300" alt="tampak depan" title="tampak depan" width="225" height="300" class="aligncenter size-medium wp-image-164" /><br />
Foto di bawah ini tampilan dalam dari tempat ini.<br />
<img src="http://mbebek.files.wordpress.com/2009/02/dsci0051.jpg?w=225&#038;h=300" alt="tampak dalam" title="tampak dalam" width="225" height="300" class="aligncenter size-medium wp-image-165" /><br />
Menu yang kami pesen bakso campur (17.5rb), mi ayam pangsit (16rb), yammie (7rb), dan pangsit goreng (12rb). Kalau pesen bakso gitu mi nya aja dapet 1 mangkok ndiri, banyak pula. Bakso campur isinya 2 bakso bulet, tetelan, dan tahu goreng. Rasa daging baksonya kerasa banget, ga kenyal, ga bau amis daging, dipadukan ma kuah bakso yang gurih, rasanya pas banget! Udah gitu tahu goreng dan tetelannya enak juga, empuk gitu, semangkok cuma tersisa mangkoknya doang dah <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /><br />
Yammienya pake mi yang sama sie dengan bakso, tapi udah dibumbuin dan rasanya gurih banget, manis dan asinnya pas, kalau pesen yammie kagak ada dagingnya sama sekali, cuma didampingin semangkok kuah bakso doang. Pangsit gorengnya juga enak, renyah dan crispy abis, apalagi masih panas gitu, cuma sayangnya ni pangsit kayanya pake daging sapi juga, padahal kalau daging udang lebih enak lagi.</p>
<p>Last destination adalah makan malam, kebetulan saya punya tante di Balikpapan dan kami diajak makan ke Kepiting Kenari, setelah sebelumnya mau makan di Dinasty gagal karena udah full reserved buat imlekan, dan Shanghai yang tutup karena merayakan imlek.<br />
Tempatnya kalau dari kota sie arah ke Bandara Sepinggan, sebelah kiri jalan gitu, saya juga ga tau nama jalannya sie. Tempatnya gede dan nyaman, yah tampilan standar buat makan lah, bukan buat nongkrong.<br />
<img src="http://mbebek.files.wordpress.com/2009/02/dsci0061.jpg?w=300&#038;h=225" alt="kepiting gede" title="kepiting gede" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-167" /><br />
Kami dipesankan kepiting saos asam manis, kepiting saos lada hitam, dan cumi goreng tepung. Begitu liat pesenan dateng, wew buanyak banget isinya seporsi, mana gede2 lagi tuh capitnya, mungkin seporsi kepiting bisa untuk 3-4 orang, itu aja kemarin sampe maksa2 gitu ngabisinnya karena terlalu banyak. Rasa dagingnya mantap abis, gede, putih, empuk, manis, dtambah ma saos kenarinya membuat rasanya makin mantap! Kalau saya sie prefer yang lada hitam karena saya suka pedas, plus saos kenari langsung rasanya meledak deh di mulut sampe ke panas ke tenggorokan. Kalau rasa cumi gorengnya sie kurang enak, sepo ngono rasanya, gurih juga biasa aja, jadi pesen kepiting aja udah mantep. Kalau soal harga maaf ga bisa ngasi tau soalnya kami ditraktir tante saya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
<img src="http://mbebek.files.wordpress.com/2009/02/dsci0064.jpg?w=300&#038;h=225" alt="abis makan" title="abis makan" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-168" /></p>
<p>Yak demikian sepenggal sharing dari saya untuk jalan2 dan makan2 di Balikpapan untuk hari ke-2, sampai jumpa di postingan berikutnya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mbebek.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mbebek.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mbebek.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mbebek.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mbebek.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mbebek.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mbebek.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mbebek.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mbebek.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mbebek.wordpress.com/163/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbebek.wordpress.com&blog=873644&post=163&subd=mbebek&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbebek.wordpress.com/2009/02/01/refreshing-ke-balikpapan-hari-ke-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e5fa05d8c220c143458f0a4a52bf4a47?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kid</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbebek.files.wordpress.com/2009/02/dsci0038.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">tampak dalam miki</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbebek.files.wordpress.com/2009/02/dsci0052.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">tampak depan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbebek.files.wordpress.com/2009/02/dsci0051.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">tampak dalam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbebek.files.wordpress.com/2009/02/dsci0061.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kepiting gede</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbebek.files.wordpress.com/2009/02/dsci0064.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">abis makan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>